(BUKAN) PRAJURIT KOMANDO

(BUKAN) PRAJURIT KOMANDO
prajurit

Sabtu, 28 November 2015

5 Kehebatan Kopassus Hingga Diakui Dunia

5 Kehebatan Kopassus Hingga Diakui Dunia



Kasus penembakan empat tahanan Polda DIY di Lapas Cebongan, Sleman, DIY, yang dilakukan 11 personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus), membuat publik kembali mengarahkan perhatiannya kepada pasukan elite milik TNI Angkatan Darat itu.

Dulu jelang Reformasi bergulir, Kopassus juga sempat membuat heboh publik. Saat itu Tim Mawar Kopassus diketahui menculik sejumlah aktivis pro demokrasi.

Meski demikian, prajurit Kopassus tak selalu berbuat negatif. Pasukan elite yang memiliki moto 'Berani, Benar, Berhasil' itu juga memiliki sederet prestasi yang membanggakan.

Tak tanggung-tanggung, prestasi yang dimiliki Kopassus tak hanya di dalam negeri, di dunia internasional Kopassus juga menjadi pasukan elite yang dipandang dan disegani dengan segudang prestasi.

Berikut lima kehebatan Kopassus hingga diakui dunia


1. Kopassus juara menembak jitu



Keahlian menembak sasaran secara tepat menjadi syarat mutlak anggota pasukan elite seperti Kopassus. Sebab, berbeda dengan pasukan biasa, pasukan elite menjadi andalan untuk menjalankan tugas-tugas penting yang tentunya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Menembak tepat sasaran menjadi salah satu keahlian yang dimiliki Kopassus ketimbang pasukan elite dari negara lain. Dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific yang diselenggarakan pada Desember 2006, personel Kopassus meraih juara penembak jitu (sniper).

Canggihnya, senjata yang digunakan merupakan senjata buatan bangsa sendiri yang diproduksi oleh PT Pindad. Sementara, di posisi kedua diraih oleh pasukan elite Australia.



2. Kopassus peringkat 2 sukses operasi militer



Dunia internasional tak asing dengan nama Kopassus. Sebab, pasukan elite milik TNI itu dikenal memiliki segudang prestasi.

Pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina, Austria, Kopassus meraih peringkat dua dalam melakukan operasi militer strategis, seperti; intelijen, pergerakan, penyusupan, penindakan.

Sementara, di urutan pertama adalah pasukan elite Amerika Serikat Delta Force. Saat itu 35 pasukan elite dunia ikut unjuk gigi di ajang tersebut.



3. Kopassus peringkat 3 pasukan elite dunia



Kopassus merupakan salah satu pasukan elite terbaik di dunia. Berdasarkan urutan pasukan elite dunia versi Discovery Channel Military edisi 2008, Kopassus berada di posisi tiga pasukan elite dunia.

Sementara di posisi pertama diduduki United Kingdom's SAS, dan di posisi dua Israel's MOSSAD. Hal itu jelas membanggakan TNI dan Indonesia.

Sebab, Kopassus nyatanya mengalahkan pasukan-pasukan elite dari negara lain, salah satunya Amerika Serikat yang terlalu bergantung pada peralatan yang berbasis teknologi super canggih, akurat dan serba digital.



4. Skill Kopassus di atas rata-rata pasukan elite negara lain



Personel Kopassus tidak terlalu bergantung dan mengandalkan teknologi canggih. Karena itu, tiap personel Kopassus dituntut memiliki kemampuan bela diri yang cakap. Tak heran jika konon kabarnya satu prajurit Kopassus setimpal dengan lima prajurit biasa.

Hal itu tentu berbeda dengan pasukan negara maju seperti Amerika Serikat yang terlalu mengandalkan kecanggihan teknologi senjata yang dimilikinya. Narator Discovery Channel Military menyatakan, sebuah pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu.

Kemampuan itu adalah kemampuan bela diri, bertahan hidup (survival), kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap dan lain-lain.


5. Kopassus latih pasukan militer negara lain



Kehebatan yang dimilikinya Kopassus membuatnya disegani militer negara lain. Bahkan, sejumlah negara di dunia meminta Kopassus untuk melatih pasukan militernya, seperti negara-negara di Afrika Utara dan Kamboja.

80 Persen pelatih militer di negara-negara Afrika Utara diketahui menggunakan pelatih militer dari Kopassus. Para perwira Kopassus ditugaskan untuk melatih pasukan militer yang dimiliki negara-negara di benua hitam itu.

Sementara itu, Kamboja juga telah lama menggunakan pelatih militer dari Kopassus. Tak tanggung-tanggung, pasukan yang dilatih Kopassus adalah pasukan khusus bernama Batalyon Para-Komando 911. Pasukan itu merupakan bagian dari tentara Kerajaan Kamboja (Royal Cambodian Army).

Jumat, 27 November 2015


SEKIRA 90 anggota Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik Martapura menyerang Markas Polres OKU (Ogan Komering Ulu) Sumatra Selatan, 7 Maret lalu. Mereka mengamuk lantaran tak mendapat kejelasan yang memuaskan tentang penanganan kasus penembakan rekan mereka, Pratu Heru Oktavianus, oleh Brigadir Wijaya, anggota Polres OKU. Empat polisi terluka.
Dalam sejarah, bentrokan bukan hanya terjadi antara militer dengan polisi. Bentrok sesama militer pernah beberapa kali terjadi. Pada 1964 misalnya, pasukan RPKAD (kini Kopassus) baku hantam dengan pasukan KKO (kini Marinir) di Lapangan Banteng, Jakarta. Kisahnya bermula dari saling ejek pada suatu pagi ketika mereka sama-sama latihan di Lapangan Banteng.
Pasukan KKO waktu itu latihan baris-berbaris, sementara pasukan RPKAD latihan mengemudi mobil. Selesai lebih dulu, pasukan KKO lalu duduk-duduk istirahat sembari menonton anggota RPKAD latihan. Entah siapa yang memulai, saling ejek terjadi. Selang sesaat kemudian, “menjadi perkelahian massal,” tulis Julius Pour dalam Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan. Baku hantam berlanjut hingga menjelang sore lantaran pasukan RPKAD, yang merasa kalah jumlah, meminta bantuan rekan-rekannya di Cijantung. Sedangkan pasukan KKO berasrama di Jalan Kwini, berseberangan dengan lokasi kejadian.
Korban berjatuhan dari kedua belah pihak. “Saya tengok ke dalam ruang perawatan. Kira-kira ada tiga anggota RPKAD dan sepuluh KKO ngglethak, terbaring berlumuran darah,” kenang Benny, kelak menjadi Panglima ABRI, sebagaimana dikutip Julius Pour.
Benny sendiri, kala itu berpangkat mayor dan menjabat sebagai Dan Yon I RPKAD, berperan penting dalam penyelesaian konflik itu. Sewaktu hendak pulang ke asramanya di Cijantung, sehabis main tenis di Senayan, dia diberi tahu petugas piket di pintu masuk asrama bahwa semua anggota Batalyon II RPKAD keluar asrama tanpa izin. Mencium gelagat tak beres, dia pun bereaksi cepat. Dia membuntuti konvoi truk pasukan dari Batalyon II yang membawa balabantuan untuk rekan-rekan mereka. Di simpang lima Senen, dari seseorang di antara kerumunan yang ditanyainya, dia baru tahu apa yang sedang terjadi.
Benny langsung berinisiatif menyelesaikan konflik. Setelah ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan bertemu dokter Ben Mboi, mantan anak buahnya di Operasi Naga waktu Trikora yang merawat para korban, dia berjalan kaki menuju asrama KKO di Jalan Kwini.
Di pos jaga depan Asrama Kwini (markas KKO), dia mendapati banyak prajurit KKO bersenjata lengkap sibuk mempersiapkan pertahanan –sementara pasukan RPKAD mempersiapkan serangan di bagian kompleks RSPAD yang mereka jadikan base. Banyak dari pasukan KKO yang ditemui Benny sore itu berpakaian seragam Tjakrabirawa, resimen pengawal Presiden Sukarno. Benny sendiri masih mengenakan pakaian olahraganya. Namun alih-alih mendapat hadangan dari “lawan”, Benny malah mendapatkan hormat dari petugas jaga. Banyak dari anggota KKO itu bekas anak buah Benny sewaktu Trikora.
Di seberang asrama, para anggota RPKAD berebut ambil tempat di asrama perawat putri RSPAD –tepat di samping asrama Kwini. Mereka makin siaga karena mengira Benny masuk ke markas KKO untuk melakukan penangkapan. Masing-masing prajurit lalu ambil posisi dengan senjata siap tembak. Bahkan sebuah bazoka sudah diarahkan ke seberang (asrama KKO) dari lantai atas asrama perawat. Pasukan RPKAD tinggal menunggu perintah tembak dari komandannya.
Kembali ke asrama Kwini, Benny langsung meminta ketemu komandan KKO Mayor Saminu, kawan lama Benny dari Solo. Ikut mendampingi dialog mereka kala itu ada Kolonel Sabur, komandan Resimen Tjakrabirawa, yang kebetulan ada di situ. Benny meminta Saminu menahan pasukannya agar tak keluar asrama. “Kalau kamu diserang, ya sudah silahkan, mau ditembak atau apa, terserah saja,” ujar Benny kepada rekannya dari KKO itu.
Benny langsung keluar dari Kwini. Hal itu membuat pasukan RPKAD bingung lantaran yang keluar si komandan, bukannya pasukan KKO yang menjadi lawan mereka. Mereka pun kembali ke truk dan pulang setelah diperintahkan kembali oleh Benny.
“Warga masyarakat di pinggir jalan heran melihat tontonan ini,” tulis Julius Pour. “Pertempuran kedua pasukan elite yang semula dikhawatirkan meletus, mendadak saja bisa berakhir setelah seseorang berpakaian olahraga memerintahkan pasukan RPKAD naik kembali ke atas truk.”

 http://historia.id/modern/baret-merah-vs-baret-ungu

Senin, 23 November 2015



INGIN MENJADI TENTARA?? BERIKUT TIPS DAN KIAT SUKSES MENJADI  SEORANG TENTARA SEJATI


                Menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan juga merupakan panggilan hati. Selain itu, apabila kita mati mati dalam medan tempur dalam rangka membela negara maka insyaallah akan masuk surga. Itulah mengapa banyak pemuda-pemuda Indonesia dan termotivasi dan beronong-bondong ingin menjadi tentara baik angkatan Darat, Laut maupun Udara.



                Setiap apapun pastilah ada prosesnya, tak terkecuali menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia. Berikut ini beberapa tips-tipsnya :



1.                                                  1. Tanamkan cinta tanah air di lubuk hati

Ada baiknya kita menanamkan jiwa Patriotisme dan Nasionalisme sejak sekarang  dini. yakini betul-betul bahwasanya kita akan menjadi seorang tentara sang pembela tanah air.

2.       Chek up kesehatan kita



Untuk menjadi seorang tentara haruslah mempunyai kesehatan jasmani dan rohani yang sehat dengan beberapa kualifikasi. Segeralah melakukan cek kesehatan di rumah sakit tentara terdekat. Diusahakan cek ini dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum mendaftar tentara. Apabila kesehatan saudara telah memenuhi syarat menjadi tentara maka besar peluang untuk lulus saat seleksi. Apabila perlu penyembuhan-penyembuhan maka segeralah dilakukan. Namun bila saudara ternyata kesehatan saudara tidak memenuhi syarat-syaratnya dan tidak bisa disembuhkan maka alangkah baiknya saudara memilih profesi lain. Karena mungkin rizki saudara bukan di dunia militer.







3.                                                      2. Mulailah latihan kebugaran jasmani secara rutin sejak dini



Selain kesehatan yang sangat penting, kebugaran jasmanipun tak kalah penting juga. Mulailah melakukan latihan kebugaran jasmani seperti push up, sit up, pull up (restok/ rangen), lari 12 menit, dan lari shuttle.



4.                                                      3. Belajar sungguh-sungguh



Buatlah prestasi di sekolah baik yang bersifat belajar materi maupun kompetisi di luar sekolah. Dengan belajar bersungguh-sungguh kesuksesan ada di tangan kita.



5.                                                        4. Rubahlah persepsi tentang cita-cita



Apabila kita bertanya kepada diri kita sendiri  sebenarnya apa cita-cita kita??. Mungkin anda menjawab “ saya bercita menjadi sorng tentara agar bisa melindungi NKRI sampai titik darah penghabisan” namun alangkah baiknya kita rubah “ cita-cita saya adalah melindungi NKRI sampai titik darah penghabisan dengan jalan menjadi seorang tentara.



                Sama?! Tapi berbeda. Cita-cita yang keddua akan membuat  persepsi bahwa apabila Patriotisme dan Nasionalisme terpatri di hati, maka rela mati demi negara dapat kita lakukan dengan banyak jalan tidak terpaku bahwa bela negara pasti menjadi tentara. Lebih jauh lagi bila nantinya kita menjadi tentara kemudian pensiun. Maka kekuatan cita-cita kedua tadi akan tetap bersemayam dihati.BELA NEGARA AKAN MENJADI PRIORITAS UTAMA.



Semoga sukses. pasti bisa!